BAHAN
KIMIA DALAM KEHIDUPAN
Oleh
: Mahfud
Guru
SMP YPPI – 2 Surabaya
1.
Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga
Secara umum bahan kimia dalam rumah tangga dibagi
menjadi 4, yaitu :
a.Pembersih
Bahan
pembersih meliputi : sabun, deterjen, sampo, dan pasta
gigi (odol). Sabun terbuat dari natrium / kalium hidroksida
dengan suatu lemak, baik lemak nabati (tumbuhan) maupun lemak hewani
(hewan) ditambah pewarna, pewangi, krim, vitamin,
dan pelembab.Proses pembuatan sabun ini disebut saponifikasi.Deterjen
terbuat dari benzene alkil sulfonat ditambah natrium sulfat, natrium
hidroksida, senyawa fosfat,CMC (Carboxy Methyl Cellulose),
parfum dan enzim.Sampo juga mengandung bahan deterjen (benzene
alkil sulfonat) ditambah ekstrak buah, vitamin, telur,
madu, urang aring, jeruk nipis dan seledri.Pasta
Gigi (Odol) terbuat dari kalsium karbonat dicampur gliserin
dan ditambah pemanis, pewarna,penyegar nafas dan penghambat
pertumbuhan kuman gigi (desinfektan).
b.Pemutih
Bahan pemutih dibedakan menjadi 3 macam, yaitu pemutih
pakaian, pemutih kulit dan pemutih gigi.Bahan aktif pemutih
pakaian adalah natrium hipoklorit (cair) dan kalsium hipoklorit (padat).Sedang
bahan aktif pemutih kulit adalah hidrokuinon,kojic acid,
dan azelaic acid.Ketiga zat tersebut menghambat terbentuknya pigmen
kulit melanin.Untuk bahan aktif gigi adalah hydrogen peroksida
(H2O2) dan karbamida peroksida.
c.Pewangi (Parfum)
Bahan pewangi (parfum) dibedakan
menjadi 2, yaitu alami dan sintetis. Bahan pewangi alami berasal
dari bagian tumbuhan, misalnya akar, kulit, kayu, bunga
dan sebagainya.Bahan-bahan tersebut diperoleh dengan cara didestilasi
(disuling). Sementara itu, bahan pewangi sintetis (buatan) berasal dari reaksi
esterifikasi, yaitu reaksi antara alkohol dengan asam karboksilat
yang menghasilkan senyawa ester yang beraroma sedap. Misalnya, oktil
asetat beraroma khas buah jeruk, etil butirat beraroma khas buah
nanas, amil asetat beraroma khas buah pisang dan amil
valerat (metal butirat) beraroma khas buah apel.
d. Pestisida
Pestisida adalah
zat kimia pembasmi hama. Pestisida ini ada yang alami dan ada pula yang
sintetis (buatan). Bahan aktif pestisida alami, misalnya Piretrin
berasal dari bunga krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium), sitronelal
berasal dari tanaman sereh (Cymbopogon nardus).Sementara itu,
bahan aktif pestisida sintetis (buatan) adalah Permethrin dan tetramethrin.Berdasarkan
peruntukannya, pestisida sintetis dibagi menjadi 8 macam, yaitu : 1.Insektisida
adalah zat kimia pembasmi serangga, 2.Larvasida adalah zat kimia
pembasmi ulat,3. Nematisida adalah zat kimia pembasmi cacing perusak
akar, 4.Rodentisida adalah zat kimia pembasmi tikus, 5.Bakterisida adalah
zat kimia pembasmi bakteri, 6.Virusida adalah zat kimia pembasmi virus,
7.Fungisida adalah zat kimia pembasmi jamur dan 8.Herbisida
adalah zat kimia pembasmi gulma.
2. Zat
Aditif
Zat aditif adalah
bahan yang ditambahkan ke dalam makanan agar makanan lebih tahan lama, lebih
menarik, lebih manis, lebih lezat.Berdasarkan fungsinya, zat aditif dibagi
menjadi 4 macam, yaitu :
a. Pengawet
Bahan pengawet berdasarkan asalnya ada 2 macam, yaitu alami
dan sintetis (buatan). Contoh bahan pengawet alami misalnya, garam,
gula, diasap, digoreng, dibakar, direbus, dijemur,
dibakar, diberi es (didinginkan).Sementara itu,
contoh bahan pengawet sintetis (buatan), misalnya asam benzoat, asam
propionat, asam sorbat, asam tartrat, asam nitrat, asam
fosfat. Ada 2 bahan pengawet sintetis yang sering digunakan untuk makanan,
padahal 2 pengawet ini dilarang pemerintah, yaitu formalin yang
digunakan untuk bahan pengawet mayat dan boraks yang digunakan
untuk bahan pemutih keramik.
b. Pewarna
Bahan pewarna berdasarkan asalnya juga ada 2 macam, yaitu alami
dan sintetis.Contoh bahan pewarna kuning alami : kunyit,
wortel dan jeruk sedang contoh bahan pewarna kuning sintetis,
misalnya : tartrazine, kuiolin dan ada pewarna kuning sintetis
yang dilarang pemerintah, yaitu methanyl yellow sebab pewarna ini
biasanya digunakan untuk tekstil (pakaian).Kalau digunakan untuk makanan
akan menyebabkan penyakit kanker (karsinogen).Bahan pewarna merah
alami : daun jati, batang secang, wortel, tomat,
cabai.Sedang bahan pewarna merah sintetis, misalnya : eritrosin,
karmiosin, allura dan ada pewarna merah sintetis yang dilarang
pemerintah, yaitu rhodamin B sebab pewarna ini juga digunakan
untuk tekstil dan kalau digunakan untuk makanan juga dapat menyebabkan
penyakit kanker (karsinogen).Bahan pewarna biru alami : anggur, ketela
rambat gunung Kawi.Sedang bahan pewarna biru sintetis : indigotine.
Bahan pewarna coklat alami : caramel dan bahan pewarna sintetis : coklat
HT. Bahan pewarna hijau alami : daun suji (pandan) dan bahan
pewarna hijau sintetis : fast green. Bahan pewarna oranye alami : wortel
dan bahan pewarna oranye sintetis : sunset yellow.
c.
Pemanis
Bahan pemanis berdasarkan asalnya juga ada 2 macam, yaitu
alami dan sintetis.Contoh pemanis alami : gula, madu, sari buah.
Sedang pemanis sintetis, misalnya sakharin, aspartam, siklamat,
sorbitol, dan dulsin.
d. Penyedap
Rasa
Bahan penyedap rasa berdasarkan asalnya juga
dibagi 2 macam, yaitu : alami dan sintetis.Contoh penyedap rasa
alami, misalnya cabei, cengkeh, pala, laos, merica, bawang, daun salam, daun
jeruk purut, jeruk nipis, daun pandan. Sementara itu, contoh
penyedap rasa sintetis : vetsin atau lazim disebut MSG (Mono
Sodium Glutamat) dengan berbagai merk, misalnya sasa, ajinomoto, miwon,
masako, royco dan sebagainya.
e. Anti Oksidan
Anti Oksidan adalah zat dapat mencegah terjadinya reaksi
oksidasi pada suatu makanan atau minuman.Tujuan pemberian anti oksidan ini
adalah agar makanan tidak mengeras, berbau tengik, dan berubah
warna.Contoh vitamin C (buah-buahan), vitamin E
(biji-bijian), asam sitrat (buah jeruk), polifenol (teh) dan
propil galat (teh).
f. Pengemulsi
Pengemulsi adalah zat yang memudahkan dalam
pembuatan emulsi dan dapat menstabilkannya.Contoh pengemulsi,
misalnya: lesitin, polifosfat, kuning telur, dan pegemulsi non makanan,
misalnya sabun.
g. Pengembang
Pengembang adalah zat yang
digunakan untuk mengembangkan suatu makanan.Contoh bahan pengembang, misalnya :
Ragi / years / permipan (Saccharomyces cerevisae), dan natrium
bikarbonat.
h. Pengeras
Pengeras adalah zat yang
digunakan untuk mengeraskan makanan agar tidak mudah lembek (meleleh).Contoh
bahan pengeras, misalnya kalsium karbonat dan aluminium sulfat.
i. Anti Kempal
Anti kempal adalah zat yang
ditambahkan dalam makanan agar tidak mengempal.Contoh bahan anti kempal,
misalnya Silika dioksida (garam meja, merica bubuk, cabei bubuk).
j. Anti Busa
Anti busa adalah zat yang
ditambahkan ke dalam makanan agar tidak mudak berbusa. Contoh bahan anti busa,
misalnya : Siloksana (jus nanas).
3. Zat
Adiktif dan Psikotropika
Zat
adiktif adalah zat yang dapat mengakibatkan adiksi (ketergantungan) bagi yang
mengkonsumsinya.Berdasarkan efeknya zat adiktif dibagi menjadi 3 macam,
yaitu :
Stimulan, depresan, dan halusinogen. Stimulan
adalah zat yang dapat menstimulir saraf sehingga mempercepat proses di dalam
tubuh.Contoh : kafein, nikotin, kokain dan amfetamin (sabu-sabu).Depresan
adalah zat yang menyebabkan proses di dalam tubuh melambat. Contoh : alkohol
dan barbiturate (obat penenang).Halusinogen adalah zat
yang dapat menyebabkan halusinasi (berkhayal). Contoh : Ganja atau Mariyuana.Sementara
itu, berdasarkan macamnya zat adiktif dibagi menjadi 9 macam, yaitu :
a. Alkohol
Kemunduran kesadaran dan daya ingat , mengganggu koordinasi
gerak, tubuh lemah
b. Merokok
(Nikotin)
Hipertensi (tekanan darah tinggi), meningkatkan denyut jantung
dan gangguan pernafasan.
c.
Morfin / Opium
Berasal dari tanaman Papaver
somniverum,kejang-kejang,denyut jantung meningkat,
mengganggu sistem saraf.
d. Ganja
/ Mariyuana
Berasal dari tanaman Canabis
sativa, dampaknya susah tidur, halusinasi, dan pengendalian turun.
e. Heroin
Merupakan turunan dari morfin,
dampaknya dapat euphoria (gembira berlebihan), mengantuk dan halusinasi
(berkhayal)
f.
Kodein
Merupakan turunan dari morfin,
dapat dijadikan obat batuk, euphoria, mengurangi rasa nyeri,
sulit bernafas
g. Ekstasi
Termasuk kategori stimulan,
dampaknya denyut nadi tidak beraturan, hipertensi (tekanan darah tinggi),berat
badan menurun
h. Shabu-shabu
Termasuk kategori stimulan,
dampaknya denyut jantung cepat, mudah panik, hipertensi, mudah terjadi
pendarahan di otak
i.
Kokain
Berasal dari tanaman Coca sp.,
dapat digunakan sebagai anestesi (obat bius), hipertensi,
hiperaktif, demam dan muntah-muntah.
SOAL-SOAL BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN
1. Secara umum bahan kimia
dalam rumah tangga ada 4 macam. Sebutkan dan jelaskan bahan-bahan yang
digunakan untuk membuat bahan kimia tersebut !
2. Berdasarkan macamnya, bahan
pemutih ada 3 macam. Sebutkan dan jelaskan bahan-bahan apa yang digunakan untuk
membuat bahan pemutih tersebut !
3. Berdasarkan asal-usulnya,
bahan pewangi (parfum) ada 2 macam, yaitu alami dan sintetis.Tuliskan
bahan-bahan untuk membuat pewangi (parfum) baik secara alami maupun secara
sintetis !
4. Berilah 3 contoh pewangi
(parfum) sintetis beserta aroma khas masing-masing !
5. Pestisida adalah zat kimia
pembasmi hama.Pestisida ini ada 2 macam, yaitu alami dan sintetis. Tuliskan
bahan-bahan untuk membuat pestisida baik secara alami maupun sintetis !
6. Sebutkan 8 macam pestisida
sintetis dan sebutkan pula penggunaannya untuk membasmi apa ?
7. Apa yang dimaksud dengan
zat Aditif dan apa tujuan makanan diberi zat aditif ?
8. Berdasarkan fungsinya zat
aditif ada 4 macam, sebutkan dan berilah satu contohnya baik yang alami maupun
yang sintetis !
9. Zat adiktif dan
psikotropika berdasarkan efeknya ada 3 macam, sebutkan dan berilah satu
contohnya masing-masing !
10. Sementara itu, berdasarkan macamnya zat adiktif
dibagi menjadi 9 macam, sebutkan dan jelaskan dampaknya bagi yang
mengkonsumsinya !
BAHAN KIMIA DI RUMAH
1. BAHAN PEMBERSIH
Pada
dasarnya pembersih badan, pembersih pakaian dan pembersih lantai memiliki sifat
yang sama, semuanya adalah sabun atau deterjen. Sabun adalah bahan kimia yang terbuat dari
bahan alam, seperti minyak dan lemak yang direaksikan dengan bahan kimia lain
yang disebut basa. Contoh bahan kimia basa, yaitu kalium hidroksida (KOH) dan
natrium hidroksida (NaOH). Adapun detergen adalah senyawa kimia bernama alkyl
benzene sulfonat (ABS) yang direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH). Bahan ABS diperoleh dari pengolahan minyak bumi.. Sabun dan
deterjen dapat berfungsi sebagai pembersih karena sabun memiliki dua sifat
sekaligus, yaitu sifat polar dan sifat non polar. Air disebut sebagai larutan
yang bersifat polar artinya larutan yang dapat bermuatan listrik, meskipun
sangat lemah. Minyak bersifat non polar artinya tidak dapat bermuatan listrik.
Minyak yang bersifat non polar tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat
polar. Agar minyak dan air dapat bercampur maka digunakan sabun yang memiliki
dua sifat, yaitu satu sisi bersifat non polar dan sisi lain bersifat polar. Air
yang bersifat polar diikat oleh ujung sabun yang bersifat polar sedangkan minyak/lemak/kotoran
organik yang bersifat non polar diikat oleh ujung sabun lainnya yang bersifat
non polar juga. Perbedaan detergen dengan sabun antara lain daya cuci detergen
lebih kuat dibandingkan sabun dan detergen dapat bekerja pada air sadah. Akan tetapi
sabun lebih mudah diurai oleh mikroorganisme dari pada deterjen.
a. Pembersih Badan
Bahan-bahan
kimia yang termasuk kategori pembersih badan sangat banyak misalnya sabun
mandi, pasta gigi, sampho, pembersih muka dan pencuci tangan.
SABUN
: Kandungan utama sabun adalah
Na-karboksilat (RCOONa), sabun mandi dibuat dari campuran basa dengan minyak.
Umumnya basa yang digunakan adalah kalium hidroksida (KOH). Pada beberapa sabun
mandi ditambahkan sulfur yang berfungsi sebagai antiseptik. Garam mandi merupakan
zat aditif yang berfungsi memberi nilai tambah bagi sebuah peran sabun mandi.
Garam mandi umumnya mengandung garam-garam anorganik, minyak esensial dan
pewangi.
PASTI
GIGI. Hampir setiap hari orang memakai
pasta gigi, karena tidak ingin sakit gigi. Sakit gigi umumnya disebabkan karies
atau disebut demineralisasi (penghilangan mineral). Karies timbul karena adanya
plak gigi yang merupakan lengketan bakteri dan produk-produk yang terbentuk
pada permukaan gigi. Jenis bakteri ini dapat meningkatkan keasaman gigi,
akibatnya email gigi ikut larut dan timbullah karies. Umumnya pasta gigi
mengandung fluorida yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan kalsium.
SAMPHO.
Sampho berfungsi membersihkan rambut. Kemalangan menggunakan sampo
dapat menyebabkan adanya ketombe di kulit kepala. Penyebab ketombe adalah
polusi udara dan masalah psikis seperti stress. Seseorang yang berketombe akut
akan mengalami kerusakan kulit kepala, mulai dari rasa gatal hingga infeksi.
.
b. Pembersih
Pakaian
Sabun
cuci pakaian dapat dibagi dua, yaitu sabun dan detergen. Sabun dan detergen
memiliki fungsi yang sama, yaitu bila ditambahkan ke dalam air, dapat
melepaskan kotoran dari suatu benda. Cara kerjanya adalah menurunkan tegangan
permukaan air, sehingga air mudah membasahi bahan, kemudian sabun atau detergen
menarik kotoran dari bahan, menahan kotoran agar tetap sebagai suspensi dalam
air. . Kotoran yang bersifat nonpolar, seperti minyak atau lemak tidak akan
hilang jika hanya dibersihkan menggunakan air. Oleh karena itu, diperlukan
detergen sebagai pembersihnya. Ujung hidrofob detergen yang bersifat nonpolar
mudah larut dalam minyak atau lemak dari bahan cucian. Maka ketika
menggosok atau memeras pakaian membuat minyak atau lemak menjadi butiranbutiran
lepas yang dikelilingi oleh lapisan molekul detergen. Gugus polarnya berada di
luar lapisan sehingga butiran itu larut di air. Detergen dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu :
1) Detergen
yang dibuat dari asam hidrokarbon yang struktur rantainya lurus. Bahan ini dapat
dihancurkan oleh mikroba (Biodegradable)
2) Detergen
yang dbuat dari asam hidrokarbon yang struktur rantainya bercabang. Bahan ini
tidak dapat dihancurkan oleh mikroba (Unbriodegradable)
Komponen
detergen ada 3 yaitu :
1. Surfaktan
berfungsi meningkatkan daya pembahasan air sehingga kotoran yang berlemak dapat
dibasahi, mengendorkan dan mengangkut kotoran dari kain dan mensuspensikan
kotoran yang telah terlepas, sehingga kotoran tidak menempel kembali pada
barang yang dicuci. Macam-macam surfaktan yang digunakan pada detergen yaitu:
a) Linear
alkil benzena sulfanat (LAS), etoksisulfat, alkil sulfat, memiliki daya bersih
yang sangat baik, dengan busa yang sangat banyak, biasanya digunakan
untuk pencuci kain dan pencuci piring.
b) Etoksilat,
dapat mencuci dengan baik hampir semua jenis kotoran dan dapat bekerja di air
sadah (air yang kandungan mineralnya tinggi)
c) Amonium
kuarterner digunakan pada pelembut (softener)
d) Imidazolin
dan betain, digunakan untuk pencuci alat-alat rumah tangga.
2. Penguat
(builder) berfungsi meningkatkan efesiensi surfaktan, membantu menciptakan
kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih
baik serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas.
Builder yang digunakan adalah senyawa kompleks fosfat, natrium sitrat, natrium
karbonat, natrium silikat atau zeolet.
3. Parfum
: berfungsi memberi aroma pada sabun atau deterjen.
c. Pembersih Lantai
Pembersih
lantai umumnya mengandung formalin sebagai bahan aktif. Formalin berfungsi
sebagai pembunuh kuman, akan tetapi beracun jika termakan. Untuk itu berhati-
hatilah menggunakan pembersih lantai. Untuk lebih memberikan kenyamanan pada si
pemakai, biasanya pembersih lantai diberi pewangi. Hal ini karena bau formalin
yang tidak enak.
Rumah
atau kamar mandi yang berporselen biasanya menggunakan pembersih porselen.
Pembersih porselen memiliki komposisi yang berbeda dengan pembersih lantai.
Biasanya pembersih porselen dibuat dari asam-asam kuat seperti klorida (HCL).
Asam tersebut berguna untuk melarutkan kotoran yang ada di porselen.
d. Pembersih
Peralatan Dapur
Dari
dulu sampai sekarang, banyak orang yang masih menggunakan abu untuk
membersihkan peralatan makan. Hal ini sebenarnya cukup baik, karena pada abu
terdapat zat yang dapat membantu menghilangkan kotoran. Namun, untuk
efektivitas orang telah menggunakan sabun pembersih peralatan masak. Walaupun
di beberapa rumah tangga masih mencampurkan dengan abu.
2. BAHAN PEMUTIH
Pemutih
adalah sejenis sabun, umumnya cair, namun bukan sabun, yang digunakan untuk
memutihkan pakaian. Pemutih umumnya memiliki bahan aktif klorin. Zat ini cukup
berbahaya, maka hati-hati dalam menggunakannya. Selain klorin, bahan aktif
lainnya adalah sodium perborat. Sodium perborat berupa bubuk berwarna putih
yang banyak digunakan untuk memutihkan tekstil.
Tidak
hanya pakaian yang menggunakan pemutih. Akibatnya banyaknya iklan di televisi
yang memunculkan pemikiran bahwa orang cantik adalah yang berkulit putih, maka banyak
orang membeli pemutih wajah. Berhati-hatilah dalam menggunakan pemutih wajah,
karena da yang menggunakan merkuri.
3. BAHAN PEWANGI
Wangi-wangian
yang dipakai di badan, digunakan di ruangan, atau disemprotkan ke pakaian, pada
dasarnya adalah sama, hanya bahan pencampuranya saja yang berbeda. Jaman
dahulu, orang mengambil wangi-wangian dengan cara penyulingan (destilasi) dari
tumbuh-tumbuhan asli. Sekarang, orang membuat wangi-wangian di pabrik dengan
bahan baku yang berasal dari minyak bumi. Jadi, wangi melati dari parfummu sama
dengan wangi melati yang ada di bunga melati, namun sumbernya berbeda. Wangi
yang ada di parfum bajumu sama sekali bukan dari bunga melati sungguhan. Namun,
dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan melati sungguhan. Menarik bukan?
4. INSECTISIDA
Banyak
jenis dan merek obat anti nyamuk yang dijual. Misalnya, obat banti nyamuk
bakar, seperti baygon, tiga roda, garuda, dan masih banyak lagi. Belum
lagi obat anti nyamuk jenis oles (lotion), semprot, dan elektrik.
Bahan-bahan
pengusir nyamuk tersebut dapat digolongkan ke dalam jenis pestisida, atau lebih
spesifik lagi disebut dengan istilah insektisida. Untuk lebih jelasnya,
pestisida adalah racun yang digunakan oleh manusia untuk membasmi hama.
Pestisida terdiri atas beberapa jenis;
Ø Insektisida, digunakan untuk membasmi serangga seperti
nyamuk, kecoa, lalat, dan sebagainya.
Ø Herbisida, digunakan untuk membasmi tumbuhan pengganggu atau
gulma.
Ø Fungisida, digunakan untuk membasmi jamur atau cendawan.
Ø Rodentisida, digunakan untuk membasmi binatang pengerat
seperti tikus.
Ø dan masih banyak lagi.
obat
anti nyamuk sebagai bagian dari pestisida, sebenarnya adalah sejenis racun.
Untuk itu hati-hati dalam penggunaan obat anti nyamuk tersebut. Obat anti
nyamuk umumnya menggunakan bahan aktif organoposfat atau sejenis octachlorofil
ether. Tentu kedua bahan itu sangat Tentu kedua bahan itu sangat
beracun.
EFEK SAMPING BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA DAN CARA PENCEGAHANNYA
1. Efek Samping Pembersih dan Cara Pencegahannya
Sabun
mandi, sabun cuci, pembersih lantai, sampo, dan pasta gigi adalah bahan-bahan
kimia yang hampir digunakan setiap hari. Air sisa penggunaan bahan-bahan
tersebut, oleh masyarakat kita sebagian besar dibuang di sungai. Akibatnya
sungai menjadi tercemar, sehingga ekosistem yang ada di dalamnya menjadi rusak,
misalnya ikan-ikan di sungai banyak berkurang. Disamping itu banyak
masyarakat yang tingal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menderita
penyakit kulit, sebab beberapa penduduk menggunakan air sungai sebagai sumber
air untuk mencuci pakaian, mandi, mencuci peralatan masak, dan yang lainnya.
Selain itu bahan-bahan pembersih juga dapat berdampak langsung terhadap manusia
itu sendiri. Contohnya, sabun cuci atau detergen. Pemakaian detergen
berlebih dan tangan bersentuhan langsung dengannya, dapat menyebabkan iritasi
kulit. Kulit terasa kering, melepuh, retak-retak, dan mudah terkelupas. Hal ini
jika dibiarkan berlanjut dapat mengakibatkan eksim kulit.
Cara Pencegahannya
1) Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS
yang rendah.
2) Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil
sulfat (SDS).
3) Menyimpan sabun pada tempat
yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.
4) menghindari penggunaan
pasta gigi berlebih.
5)
Penggunaan pembersih piring harus hati-hati. Lebih baik menggunakan sabun
pencuci piring cair. Sabun cair lebih lunak dibandingkan sabun colek atau
detergen. Apabila telah dicuci, usahakan jangan digunakan sebelum peralatan
tersebut kering. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya sabun yang
termakan oleh kita, karena masih tersisa di piring, sendok, atau gelas. Sabun
yang termakan oleh manusia dapat menyebabkan penyakit degenaratif, seperti
kanker atau tumor.
2. Efek Samping Pemutih dan Cara Pencegahannya
Banyak pemutih wajah yang
menggunakan merkuri. Merkuri dalam tubuh bersifat racun. Untuk pencegahan,
gunakan pemutih wajah yang tidak mengandung merkuri. Atau lebih baik
menggunakan bahan-bahan pemutih wajah alami. Pemutih pakaian sebagaian besar
dibuat dari jenis bahan kimia yang sangat kuat. Umumnya bersifat korosif. Oleh
karena itu, hindari kontak langsung dalam waktu lama.
3. Efek Sampin Pewangi dan Cara Pencegahannya
Bahan
pewangi yang sering menimbulkan maslaah terutama berasal dari pewangi ruangan
dan pewangi badan. Umumnya, pewangi menggunakan senyawa cloro fluoro carbon
atau dikenal dengan nama CFC. Gas ini di udara bereaksi dengan ozon. Ozon
berfungsi melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker.
Karena ozon bereaksi dengan CFC, maka ozon semakin tipis dan akhirnya hilang
sama sekali. Di belahan bumi utara ada daerah yang sudah bocor ozonnya. Apabila
ozon rusak, dampaknya adalah serangan sinar ultraviolet terhadap penghuni bumi.
Beberapa
pewangi dapat menyebabkan dampak negatif secara langsung. Misalnya menyebabkan
iritasi kulit. Penghisapan langsung pewangi semprot dapat menyebabkan gangguan
pada sistem pernafasan. Oleh karena itu, hindari mencium langsung pewangi pada
saat disemprotkan.
4. Efek Samping Insektisida dan Cara Pencegahannya
Insektisida
yang sering digunakan di rumah umumnya adalah obat anti nyamuk, anti keceoa,
dan sejenisnya. Obat anti nyamuk umumnya terbuat dari bahan aktif dichlorovynil
dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide.
Bahan-bahan ini mengandung racun. Kandungan tertinggi dalam bentuk bakar,
semprot, kemudian elektrik. Pada beberapa obat nyamuk bakar terdarpat
octacholofil ether, dikenal dengan nama S2. S2 memiliki daya tahan lebih lama
jika berada dalam suatu ruangan. Dengan sifatnya yang karsinogenik (penyebab
kanker) dan mutagenik, maka S2 sangat berbahaya.
Cara Pencegahannya
1) menggunakan produk pembasmi serangga
seperlunya, atau Mengurangi pemakaian insektisida secara berlebihan
2) tidak menggunakan produk pembasmi
serangga aerosol yang mengandung CFC.
3) Selalu menjaga kebersihan lingkungan.
4) Menggunakan bahan pembasmi serangga
(insektisida) yang lebih ramah lingkungan, seperti insektisida biologis,
pengembangan hama jantan mandul, dan memanfaatkan ekstrak bunga atau daun
tertentu
No comments:
Post a Comment